Bayangkan seseorang yang sangat kreatif dan penuh ide harus menghabiskan hari-harinya menginput data secara repetitif. Atau seseorang yang pemalu dan reflektif dipaksa berjualan dari pintu ke pintu. Meskipun mungkin mereka bisa “bertahan,” apakah mereka benar-benar bisa berkembang dan merasa puas?
Di dunia kerja, kesuksesan bukan hanya soal skill teknis. Faktor tersembunyi yang sering diabaikan adalah: seberapa sesuai karirmu dengan kepribadian aslimu.
Mengapa Banyak Orang Gagal dalam Karir?
Banyak orang merasa terjebak di pekerjaan yang tidak mereka cintai. Menurut Gallup, hanya sekitar 20% karyawan secara global yang merasa benar-benar engaged di tempat kerja mereka. Salah satu alasan utama adalah:
- Tekanan sosial: Memilih karir “yang terlihat keren” atau “yang menghasilkan banyak uang,” meskipun tidak sesuai dengan sifat diri.
- Kurangnya self-awareness: Tidak mengenal kekuatan dan preferensi pribadi.
- Pilihan karir acak: Mengikuti tren tanpa refleksi diri.
Semua ini dapat menyebabkan frustrasi, ketidakpuasan, bahkan burnout.
Pentingnya Memahami Kepribadian Sebelum Memilih Karir
Kepribadian mempengaruhi:
- Cara kita berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.
- Gaya kerja yang membuat kita nyaman.
- Sumber motivasi dan energi.
- Cara kita mengatasi tekanan dan konflik.
Memahami kepribadian sebelum memilih jalur karir membantu memastikan bahwa pekerjaan yang kita jalani akan:
- Memberikan rasa puas.
- Mengoptimalkan kekuatan alami kita.
- Membantu kita berkembang dalam jangka panjang.
Dimensi Kepribadian yang Mempengaruhi Karir
- HEXACO:
- Honesty-Humility: Karir berbasis integritas seperti hukum atau amal.
- Emotionality: Pekerjaan yang memerlukan empati tinggi seperti perawat atau konselor.
- eXtraversion: Karir yang melibatkan banyak interaksi sosial seperti sales atau PR.
- Agreeableness: Bidang yang menekankan kerja sama tim, seperti HR.
- Conscientiousness: Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab, seperti akuntansi atau manajemen proyek.
- Openness to Experience: Karir kreatif seperti seni, desain, atau riset.
- MBTI:
- Introvert vs Extravert: Preferensi terhadap lingkungan kerja yang lebih tenang atau dinamis.
- Thinking vs Feeling: Pendekatan rasional atau emosional dalam pengambilan keputusan.
- Judging vs Perceiving: Gaya kerja terstruktur atau fleksibel.
- Teori Galen:
- Sanguinis: Cocok di bidang hiburan, komunikasi, dan penjualan.
- Koleris: Pemimpin alami di dunia bisnis atau politik.
- Melankolis: Ahli di bidang analisis, riset, atau seni.
- Plegmatis: Stabil dalam bidang pelayanan atau administrasi.
Contoh Kepribadian dan Karir yang Sesuai
- Tinggi Conscientiousness: Auditor, insinyur, analis data.
- Tinggi Emotionality: Terapis, perawat, pekerja sosial.
- Tinggi Openness: Penulis, desainer, inovator teknologi.
- MBTI ENFP: Profesi kreatif dan dinamis seperti marketing kreatif atau entrepreneur.
- MBTI ISTJ: Karir yang stabil dan terstruktur seperti akuntan atau manajer proyek.

Apa yang Terjadi Jika Karir Tidak Cocok?
Ketika karir tidak sesuai dengan kepribadian:
- Burnout: Energi mental dan emosional terkuras.
- Ketidakpuasan: Merasa tidak berkembang meski performa baik.
- Krisis Identitas: Meragukan pilihan hidup sendiri.
- Produktivitas Rendah: Karena kehilangan motivasi intrinsik.
Dalam jangka panjang, ini bisa mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup.
Bagaimana Tes Kepribadian Membantu?
Tes kepribadian yang valid dan terpercaya membantu:
- Meningkatkan self-awareness: Mengenali kekuatan dan potensi risiko pribadi.
- Memetakan preferensi kerja: Misalnya, apakah lebih cocok bekerja dalam tim atau mandiri.
- Mengidentifikasi motivasi intrinsik: Apa yang benar-benar membuatmu merasa hidup.
- Mengarahkan pengembangan karir: Menentukan jalur yang memberi peluang maksimal untuk berkembang.
Bagaimana Lyzmid Membantu Kamu Menemukan Karir Ideal
Lyzmid menggabungkan:
- Tes HEXACO: Untuk memahami nilai, emosi, dan pola kerja.
- Tes MBTI: Untuk memahami preferensi kognitif dan sosial.
- Analisis Teori Galen: Untuk memahami kecenderungan emosional dasar.
- Graphology dan NLP: Untuk menyingkap pola bawah sadar.
Hasil analisis ini tidak hanya memberikan tipe kepribadian, tetapi juga:
- Rekomendasi jalur karir yang sesuai.
- Tips mengoptimalkan kekuatan pribadi dalam dunia kerja.
- Strategi mengelola potensi tantangan kepribadian.
Dengan Lyzmid, kamu bukan hanya mengetahui siapa dirimu, tetapi juga bagaimana merancang masa depan karir yang selaras dengan dirimu.
Kesimpulan: Pilih Karir yang Bukan Hanya Kamu Bisa, Tapi Juga Kamu Cintai
Kepribadian bukan hanya “tentang siapa kamu” secara sosial. Ia adalah fondasi bagaimana kamu akan merasa, bertindak, dan berkembang di dunia kerja.
Memilih karir yang tidak sesuai dengan sifat aslimu mungkin berhasil dalam jangka pendek, tetapi sulit membawa kebahagiaan jangka panjang.
Dengan mengenal dirimu lebih dalam melalui tes kepribadian, kamu bisa membuat keputusan karir yang lebih sadar, lebih strategis, dan lebih memuaskan.
Siap menemukan karir yang selaras dengan dirimu?
Jelajahi potensimu bersama Lyzmid hari ini.
